Khutbah Jum’at : Syirik Tetap Merajalela Didzaman Teknologi

Standard

Khotbah Jum'at

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

Sering kali kita mendengar pembukaan setiap acara, muqaddimah yg disampaikan “bahwa Rasulullah  telah membawa manusia dari zaman kejahiliyahan kepada zaman yang berilmu pengetahuan” . Padahal Allah mengutus Rasulnya untuk membawa umat مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ  , “dari kegelapan kepada cahaya”.Kegelapan dalam artian Kejahilan terhadap agama Islam dan cahaya adalah mengerti akan islam.

Kalimat tersebut seringkali diucapkan , tetapi sayang sekali, zaman yang penuh dengan ilmu dan teknologi ini tidak luput dari kegelapan zaman jahiliah. Kegelapan yang mempersekutukan Allah . Zaman yang diharapkan tidak adalagi kesyirikan, tetapi alangkah ruginya manusia saat ini. Hampir disetiap sisi kehidupan masih dibayangi dengan kesyirikan kedapa Allah.

Masih banyak diantara  petani yang apabila masuk musim panen, atau musim tanam, mereka menyembelih binatang untuk selain Allah agar mereka mendapat hasil yang bagus. Sebagian nelayan masih ada yang mempersembahkan sesajian agar mereka diselamatkan dan mendapatkan berkah, walaupun sikap seperti itu mereka landasi dengan alasan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sikap seperti ini yang masih banyak terdapat pada jiwa manusia zaman teknologi yang sering kita dengarkan. Bahkan orang tua ataupun guru mengajarkan kesyirikan kepada murid2 dengan menyuruh mendatangi kuburan wali untuk dimintai berkah agar diberikan keberhasilan dalam ujian.

Sebelum Membangun rumah pun tak luput dari kesyirikan. Menyembelih ayam hitam agar menghilangkan ruh jahat yang selama ini ada di lingkungan rumah, atau agar rumah selalu diberkahi.

Bagi Mereka yang ingin laris dagangannya, juga tak lepas dari perbuatan syirik. Meminta penglaris kepada dukun , tukang ramal atau sihir. Padahal Allah telah memberitahu dalam firmanya :

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65)

Dan Rasulullah juga telah menjelaskan tentak syirik ini, yang merupakan dosa besar pada urutan yang pertama :

Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda :”Jauhilah tujuh dosa yang dapat menghapus amal kebajikan, yakni mempersekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari barisan perang, dan menuduh berzina wanita-wanita menjaga kehormatan yang lengah lagi beriman.” (HR. al-Bukhari dan Muslim No.129).

Telah jelas bahwa syirik dan perdukunan itu adalah termasuk dosa besar yang terbesar diantara dosa besar lainnya.

Kisah berikut menunjukkan bagaimana bahaya kesyirikan. Namun di sekitar kita menganggap sebagai hal yang biasa dan ringan. Padahal sesaji walau dengan lalat saja bisa menyebabkan seseorang masuk neraka, apalagi jika dengan tumbal kepala kerbau dan sesaji lainnya. Karena kejahilan membuat kita tidak paham akan bahayanya syirik.

عن طارق بن شهاب، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (دخل الجنة رجل في ذباب، ودخل النار رجل في ذباب) قالوا: وكيف ذلك يا رسول الله؟! قال: (مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئاً، فقالوا لأحدهما قرب قال: ليس عندي شيء أقرب قالوا له: قرب ولو ذباباً، فقرب ذباباً، فخلوا سبيله، فدخل النار، وقالوا للآخر: قرب، فقال: ما كنت لأقرب لأحد شيئاً دون الله عز وجل، فضربوا عنقه فدخل الجنة)

Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji)  sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.” Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.” Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.” Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.” Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.”

Status hadits : Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Az Zuhud hal. 15, dari Thoriq bin Syihab dari Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu. Hadits tersebut dikeluarkan pula oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah 1: 203, Ibnu Abi Syaibah dalam mushonnafnya 6: 477, 33028. Hadits ini mauquf shahih, hanya sampai sahabat. Lihat tahqiq Syaikh ‘Abdul Qodir Al Arnauth terhadap Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hal. 49, terbitan Darus Salam.

Al Hafizh mengatakan bahwa jika Thoriq bertemu Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka ia adalah sahabat. Kalau tidak terbukti ia mendengar dari Nabi, maka riwayatnya adalah mursal shohabiy dan seperti itu maqbul atau diterima menurut pendapat yang rojih (terkuat). Ibnu Hibban menegaskan bahwa Thoriq wafat tahun 38 H. Lihat Fathul Majid, hal. 161, terbitan Darul Ifta’.

Berhubungan dengan sihir dan perdukunan pun sudah dijelaskan dalam syari’at islam. Saat sekarang ini kita juga mendengar berita bahwa pejabat pemerintahan sedang merumuskan undang-undang perdukunan agar mendapatkan hukum yang jelas.

Dalam islam semua sudah jelas. Hukum yang telah ditetapkan oleh Allah tentang perdukunan yang disampaikan Rasulullah :

Diriwayatkan dari Jundub bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits marfu’, “Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal lehernya dengan pedang.” (HR Imam Turmudzi, dan ia berkata: Pendapat yang benar ini perkataan Sahabat).

Dalam Shahih Al Bukhari, dari Bajalah bin Abdah, ia berkata, “Umar bin Al Khathab telah mewajibkan untuk membunuh setiap tukang sihir, baik laki-laki maupun perempuan, maka kami telah membunuh tiga tukang sihir.”

Dan dalam Shahih Al Bukhari juga, Hafsah Radhiyallahu ‘Anha telah memerintahkan untuk membunuh budak perempuannya yang telah menyihirnya, maka dibunuhlah ia, dan begitu juga riwayat yang shahih dari Jundub.

Imam Ahmad berkata, “Diriwayatkan dalam hadits shahih, bahwa hukuman mati terhadap tukang sihir ini telah dilakukan oleh tiga orang sahabat Nabi (Umar, Hafsah dan Jundub).

Islam telah mengajarkan efek jera terhaap pelaku2 sihir dan perdukunan sehingga tidak akan ada profesi yang seperti ini. dan untuk pelaku sihir dan perdukunan tidak ada masa untuk bertobat. Urusannya langsung dengan Allah yang telah dijelaskan dalam hadits diatas.

Mudah-mudahan Allah Melindungi kita dari perbuatan yang demikian.

بلرك الله لي ولكم في القرآن الكريم و نفعني و إياكم بما فيه من الأيات و الذكر الحكيم ، أقول قولي

هذا و استغفر الله العظيم لي و لكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Sholat Jum’at :


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s